Tiada Kesempurnaan Tanpa Ikhlas
Cari Berita

Advertisement

Tiada Kesempurnaan Tanpa Ikhlas

Kamis, 26 April 2018

foto ilustrasi sumber google

"Tanamkan wujudmu pada tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam hasilnya tidak akan sempurna," (Al-hikam.)
 
GAYA HIDUP, (Ruangasprasi.me) Hikmah ini mengarahkan pandangan kita kepada ikhlas. Ikhlas merupakan salah satu kekuatan yang dapat menghalangi manusi menuju jalan kesyirikan dan mengutamakan kepentingan diri sendiri. Oleh sebab itu, diri sendiri mesti diperhatikan untuk mengelakkan berlakunya syirik. Bila kepentingan diri sendiri bisa ditundukkan barulah muncul keikhlasan.

Ikhlas menjadi alasan utama sebuah amal ibadah bisa diterima, tanpa keikhlasan sia-sialah ibadah kita. Ikhlas bermuara dari hati yang jernih yang terwujud dalam setiap prilaku manusia.  Seseorang tidak akan bisa beramal dengan ikhlas, kalau hatinya terbungkus oleh kegelapan akal dan nafsu.

Nafsu tidak pernah kenyang dan akal senantiasa ada jawaban serta alasan. Hujah akal menjadi benteng yang kukuh buat nafsu bersembunyi. Jangan memandang enteng kepada kekuatan nafsu dalam menguasai akal dan pancaindera.

Menundukkan nafsu bukanlah pekerjaan yang mudah. Seseorang itu perlu kembali kepada hatinya, bukan akalnya. Hati tidak akan berbohong dengan diri sendiri sekalipun akal menutupi kebenaran atas perintah nafsu. Kekuatan hati adalah ikhlas. Maksud ikhlas yang sebenarnya adalah sebagaimana dimaksud dalam surah Al-An'am (162),
  
Katakanlah, “Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan menkehendakkan  sekalian alam”. ( Ayat 162 : Surah al-An’aam ) 


Dalam ikhlas tidak ada kepentingan diri sendiri. Semuanya karena Allah SWT. Selagi kepentingan diri tidak ditanam dalam bumi, selama itu pula ikhlas tidak tumbuh dengan baik. Ia menjadi sempurna apabila wujud diri itu sendiri ditanamkan. Bumi tempat  menanamnya adalah bumi yang tersembunyi, jauh daripada perhatian manusia lain. Ia adalah umpama kubur yang tidak bertanda.

Redaksi