Puisi-Puisi Tentang Sosok Seorang Ayah
Cari Berita

Advertisement

Puisi-Puisi Tentang Sosok Seorang Ayah

Kamis, 28 Juni 2018


Rintik

Kau tetap tangan Tuhan
Yang menjagaku penuh kasih sayang
Tanpa peduli jarak juga masa
Kau tabur kembang sandiwara
Yang elok pada mata paduka

Wonogiri, 23/04/17


Perahu

Ibarat hidup samudra luas
Kau nahkoda dalam perahu layar
Terombang-ombing badai gelombang
Ikhlas tak berbayar

Wonogiri, 23/04/17


Suara Tanpa Suara

Malam merambat kian cepat ayah. Menyeret kembali waktu yang sempat tertelan kenangan. Menggenang. Lengang tanpa lengan ataupun tangan. Ataupun sekedar menggulung. Dan setelah engkau pergi bahkan dengan menggendong seluruh bayanganmu. Hanya suara-suara tanpa suara yang tersisa. Suara tanpa dengar, suara yang tak didengar oleh hati sesiapapun.

Ponorogo, 03/05/17

Kipas

Kipas di dinding terus melaju dengan tangkas
Mengibaskan kenangan tentangmu
Yang berlarian mengejar waktu
Wahai ayah, kapan kita kembali bertemu?

Ponorogo, 03/05/17

Kota Ayah

Kota ayah kota angin
Dimana ia bertiup menebarkan segala luka
Menggugurkan dedaunan kusam
Menggulung segala kenangan. 

BIOGRAFI PENULIS


Penulis bernama Pena Husna Assyafa, dengan nama asli Chusnul Qotimah ini lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia pada tanggal 9 November 1994. Lulusan S1 jurusan PBA IAIN Ponorogo, dan menimba ilmu di PPTQ Al-Muqorrobin Ponorogo.
Saat ini aktivitas sehari-harinya sebagai Guru di MI Maarif Purwantoro Wonogiri. Sebagai anggota cyber di PW IPPNU Jateng, dan sebagai sekretaris di PC IPPNU Wonogiri. Mengikuti grup-grup menulis baik online ataupun tidak. Di antara gerakan literasi online yang diikuti komunitas bisa Menulis, Ruang Aksara, Laskar Literasi Sajak-Sajak Nusantara, Taktik Jurnalistik Comunity, dll. 
Sedangkan gerakan literasi secara tatap muka di antaranya Sekolah Literasi Gratis STKIP Ponorogo, juga penggagas dan pemimpin Komunitas Literasi IAIN Ponorogo. Pernah menjadi team editor di buletin Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo.
Cerpen-cerpennya yang menang dalam perlombaan di antaranya Ruang Cinta Untuk Negeri Kita (harapan III lomba cerpen IPPNU), dan Senja Bulan September (majalah madani Tulung Agung). Salah satu puisinya masuk dalam kategori puisi terpilih pada Lomba cipta puisi RUAS (Ruang Aksara) ke-3. Dan cerpennya yang berjudul Kang Musthofa memenangkan harapan II lomba yang diadakan Kemenag dalam rangka ‘Gebyar Hari Santri Nasional’ kategori santri, beberapa puisi-puisinya termuat di koran lokal. Karya penulis yang sudah di terbitkan berjudul Luka dan Cermin Cinta (2016, oleh Soega Publishing) berupa buku kumpulan cerpen.
Buku antologi puisinya berjudul Melankolia Surat Kematian (Soega Publishing & komunitas RUAS, 2016). Sedangkan kumpulan cerpen bersamanya berjudul Almira dan Gholan (Spectrum Sutejo center, Ponorogo), Di Bawah Naungan Nur (Departemant Agama RI, 2016). Buku kumpulan cerpennya yang terbaru Kang Musthofa (STKIP Ponorogo & Terakata Jogjakarta, Februari 2017). Saat ini sedang merampungkan novelnya dan dua antologi puisi tunggalnya, selain itu saat ini tengah menggagas pendirian komunitas literasi di Wonogiri. Bisa dihubungi dengan kontak No. HP 085642310866. Fb : Husna Assyafa. Norek BNI: 0337016043