Kadisah, Ritual Adat dan Budaya Masyarakat Desa Baderan
Cari Berita

Advertisement

Kadisah, Ritual Adat dan Budaya Masyarakat Desa Baderan

Minggu, 08 Juli 2018

(Ruangaspirasi.me) Desa Baderan memiliki Ritual Adat Budaya tahunan yang bernama Selamatan Desa Baderan, atau oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan istilah Kadisah, Puncak acara Selamatan Desa Baderan dilaksanakan hari ini, Sabtu 07/07/2018.

Pelaksanaan Kadisah Desa Baderan memiliki rangkaian acara selama tiga hari dengan rangkaian acara sebagai berikut 

1. Hari Kamis yaitu Pemotongan Hewan Sapi dengan Ciri-ciri tertentu sesuai dengan kepercayaan yang diajarkan oleh para pendahulu di Desa Baderan.

2. Malam Jum'at akan dilaksanakan Tasyakkuran Selamatan Desa Baderan bertempat di Kediaman Kepala Desa dan dihadiri oleh para tokoh dan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur, memohon perlindungan dan diberikan kesejahteraan bagi warga masyarakat Desa Baderan.

3. Hari Jumat siang, Ritual Ancak dari Masyarakat ke Kediaman Kepala Desa Baderan, setelah seluruh ancak terkumpul akan diakhiri doa bersama untuk keselamatan Desa Baderan.

4. Hari Sabtu, Pawai Selamatan Desa dengan membawa ancak dan hasil bumi dari Desa Baderan yang menandakan kemakmuran Desa Baderan, dimulai dari Kediaman Kepala Desa Baderan menuju Astah Bujuk Penyandaran yang menurut Masyarakat setempat dipercaya sebagai Petilasan dan Makam Pembabat Desa Baderan.

Di Astah Bujuk Panyanderen dilaksanakan 2 Ritual yang sangat sakral yaitu Ritual Kencak Jeren dengan formasi memutar didepan Makam diiringi oleh penabuhan gamelan dilanjutkan dengan Ritual Pembacaan Pojien atau Sejenis Macopat dengan bacaan campuran Jawa dan Arab.

Bacaan Pojien ini diadaptasi dari masa peralihan Hindu dan masuknya Islam Tanah Jawa sehingga logat bacaannya seperti membaca kitab Hindu.

Selanjutnya puluhan ancak dan puluhan jenis hasil bumi yang dibawa masyarakat saat Pawai Selamatan Desa didoakan bersama-sama dengan harapan ditahun berikutnya masyarakat diberi perlindungan dan hasil panen yang melimpah oleh Allah SWT.

Acara dilanjutkan dengan Ritual budaya Kerapan Sapi yang menghadap kearah selatan Pegunungan Hyang Argopuro dengan ketentuan Sapi yang berwarna Putih dan Hitam.

5. Malam minggu, Acara hiburan rakyat ludruk madura, acara ini sebenarnya tidak termasuk acara ritual wajib, namun biasanya Kepala Desa akan melengkapinya dengan Ludruk Madura seperti hiburan para pendahulu yang menyukai gending-gending madura.

Seperti halnya peringatan hari besar lainnya, saat selamatan Desa Baderan, masyarakat yang bekerja diluar daerah akan menyempatkan diri untuk pulang kampung berkumpul bersama keluarga sembari mengikuti rangkaian Selamatan Desa dan bernostalgia dengan Kemeriahan Selamatan Desa seperti yang dialami sejak masa kecil mereka.