Berpoligami Dengan Gadget
Cari Berita

Advertisement

Berpoligami Dengan Gadget

Sabtu, 22 September 2018


ARTIKEL, (Ruangaspirasi.net) Berbicara soal poligami, sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat, istilah tersebut sering digunakan dalam sistem perkawinan, dimana salah satu pihak (Pria) memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya (Wanita) dalam waktu yang bersamaan.

Praktik poligami sendiri,  mungkin menyeramkan bagi para wanita dan menjadi hal yang tidak diinginkan kehadirannya. Tetapi, poligami dalam kajian hukum islam tidak dipermasalahkan, dengan syarat seorang suami bisa memenuhi kebutuhan sang istri secara adil dan benar.

Dari sini penulis ingin menggunakan istilah poligami untuk menganalisis fonomena realitas sosial yang terjadi pada individu maupun kelompok masyarakat dewasa ini.

Gadget Sebagai Candu

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, telah menggeser pola kehidupan sosial dari humanistik ke arah individualistik.

Sebab, kehadiran produk modern seperti gadget (HP Android) membawa kesadaran manusia tenggelam dalam kesenangan dan hiburan semata.

Demikian, bisa dilihat dari ketidak-seimbangan manusia membagi waktu dengan aktifitas sehari-harinya. Kebanyakan manusia hanya sibuk dengan bermain gadgetnya saja. Kita renungkan sejenak, berapa lama kita menggunakan hp dalam sehari? Mulai bangun tidur, saat bekerja, hp menjadi kekasih nomer dua yang tidak bisa dipisahkan.

Modernitas adalah proyek yang belum selesai," (Jurgen Habermas).

Membagi Waktu Dengan Baik

Seperti dijelaksan di atas, poligami diperbolehkan, dengan syarat bisa membagi kebutuhan istri secara adil dan seimbang.

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (Qs. An-Nisa 4 : 3) 

Konsep tersebut, tentu juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-sehari, sehingga tidak tenggelam dalam pengaruh negatif teknologi. Yakni, dengan membagi waktu secara adil, antara bermain hp, bersosial dan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti membaca Al-quran, dsb.

Penulis: Antoni