Genderang CALEG Telah Ditabu, Saatnya Pasang Badan Dengan Konsep Trilogi Kemandirian
Cari Berita

Advertisement

Genderang CALEG Telah Ditabu, Saatnya Pasang Badan Dengan Konsep Trilogi Kemandirian

Sabtu, 23 Februari 2019

Genderang CALEG Telah Ditabu, Saatnya Pasang Badan Dengan Konsep Trilogi Kemandirian
Ainur Rofiq, M.HI, Dosen STAI Nurul Huda

ARTIKEL, (Ruangaspirasi.net) Pada bulan april mendatang, masyarakat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi yang disebut Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, hal ini menjadi bahasan penting untuk membantu kesuksesan para penyelenggara untuk mewujudkan pemilihan wakil rakyat yang diharapkan. Beberapa bulan lalu hingga saat ini telah diketahui banyak para kontestan politik menunjukkan eksistensinya mulai dari Calon Presiden beserta Wakil Presiden, DPD RI, termasuk para Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten, Provinsi, hingga DPR RI, mereka pasang badan dengan berbagai strategi konsolidasi pemenangannya, karena itu kontestasi momentum politik tersebut terutama para Caleg cukup menarik untuk ditelaah dan dianalisa bersama.

POPULER: Masih Umur 10 Tahun, Anak Asal Situbondo ini Sudah Hafal Al-Qur'an 30 Juz. Berikut Kiat-Kiat Yang Dilakukan! 

Secara teoritis para Caleg harus mempunyai Ide dan gagasan kemajuan serta layak meraih dukungan, sehingga bukan hanya memanfaatkan sosok figur yang bisa menopang. Sebab ketokohannya ataupun meraup keunggulan suaranya demi kepentingan pribadi, namun semestinya pada pribadinya harus tertanam karakter/jiwa Kemandirian yang disebut TRILOGI (Kemandirian Intelektual, Kemandirian Gerakan dan Kemandirian Finansial).

Trilogi kemadirian dimaksud tidak hanya dibangun atas pondasi saling melengkapi (simbiosis mutualisme) dimana satu sama lain saling berkaitan berbagi dan membantu. Namun seharusnya ada satu diantara yang tiga itu dapat menjadi prioritas yang akan berdampak pada dua kemandirian yang lainnya. Sehingga, keseimbangan dalam proses pencalonannya sebagai wakil rakyat dapat menjadi gambaran bagi pemilihnya.

POPULER: Mobil Merah dan Jejak Perjuangan KH. Ahmad Sufyan

Dalam hal ini dari Trilogi kemandirian diatas yang harus menjadi prioritas utama adalah Kemandirian Intelektual Caleg, kenapa harus Kemandirian Intelektual? karena melalui kualitas intelektual itu seseorang akan menggunakan kecerdasannya untuk bekerja, belajar, mengagas, melahirkam ide pokok atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai kebutuhan masyarakat. Sementara di sisi lain terkadang terdapat para Caleg yang hanya unggul secara meteri (finansial) saja namun kapasitas SDM/intelektualnya nihil, sehingga akan berdampak buruk terhadap pola kepemimpinan dirinya jika terpilih menjadi wakil rakyat kelak.

POPULER: Hadiri Haul KH. Ahmad Sufyan, Ini Yang Disampaikan Sandiaga Uno

Disamping itu, pandangan subyektif penulis yang menjadi dasar pendekatan prioritas tersebut terdapat 2 point:

Pertama, pendekatan historis (sejarah)/ rekam jejak seorang Caleg perlu diketahui dan dipahami oleh pemilih, apakah ia masih eksis karena masih memiliki kekhasan (identitas) tersebut sehingga melalui aspek historis ini dapat diketahui sejauh mana pengalaman dan perjuangannya di masyarakat setempat.

Kedua, pendekatan realitas sosial, dalam pendekatan ini diarahkan bagaimana seorang Caleg jejak rekamnya jelas dan  memiliki peranan penting di masyarakat, misalnya telah berkecimpung di beberapa organisasi kemasyarakatan seperti dibidang keagamaan, pemberdayaan, Pendampingan atau kegiatan sosial lainnya.

VIDEO POPULER:



Oleh sebab itu, kehadirannya sebagai kontestan politik yang akan mengemban amanah rakyat tidak khianat apalagi hanya menjadi penikmat, karena diduga kuat telah banyak asumsi/label negatif kepada para Caleg yang menjamur bagaikan jamur di musim hujan, bahkan mudah meraup keunggulan. Sehingga disisi lain pemilih melupakan hal yang lebih subtansial, jangan sampai mereka hadir hanya sebatas mengandalkan legitimasi stempel organisasinya, tapi bagaimana Peran dan fungsinya mampu menjadi control sosial masyarakat, bukan sebaliknya yang terjadi justru menjadi beban bagi masyarakat dan akan berdampak fatal.

Maka memperioritaskan kemandirian intelektual sebagai prioritas/visi utama, dengan kualitas intelektual matang akan melahirkan konsep gerakan yang masif progresif serta eksistensi yang baik, Caleg yang ditakdirkan jadi, akan lebih disegani dan dihargai lebih dari sekedar materi dan finansial, melainkan terwujudnya wakil rakyat yang mampu menempati ruang-ruang yang strategis dalam melakukan pengabdian yang lebih realistis di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya, saya ucapkan selamat berpesta demokrasi kepada para kontestan politik (Caleg), Gedrangmu mulai ditabu, Gerak, tingkah dan lisanmu jangan jadikan sebagai akting apalagi skenario belaka seperti halnya sinetron yang penuh intrik dan rekayasa, namun jadikanlah semua itu sebuah pengabdian dan perjuangan yang berangkat dan bergerak dari hati nurani yang penuh keikhlasan. Semoga kehadiranmu menjadi taqdir kemapanan rakyat & bangsa ini.

Penulis: Ainur Rofiq, M.HI
Dosen STAI Nurul Huda