Jelang Harjad Ke 248, Pemkot Pontianak Intruksikan Mengenakan Pakaian Adat Melayu
Cari Berita

Advertisement

Jelang Harjad Ke 248, Pemkot Pontianak Intruksikan Mengenakan Pakaian Adat Melayu

Senin, 21 Oktober 2019

Foto oleh Humas
PONTIANAK (Ruangaspirasi.net) Setiap memperingati Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak, pakaian adat khas Melayu Pontianak, telok belanga dan baju kurung dikenakan warga di Pontianak. Juga pada Harjad Kota Pontianak ke-248 pada 23 Oktober 2019 mendatang.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Uray Dwi Koryadi menjelaskan, sebagaimana surat edaran Wali Kota Pontianak Nomor 003.1/21/Humpro/2019 tanggal 9 Oktober 2019, menginstruksikan seluruh staf, karyawan dan karyawati yang bekerja memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, baik pemerintahan maupun swasta, mengenakan pakaian adat khas Melayu Pontianak.

"Bagi pria mengenakan pakaian telok belanga, sedangkan wanita mengenakan baju kurung. Pakaian tersebut dikenakan bertepatan pada tanggal 23 Oktober 2019," ujarnya, Sabtu (19/10/2019).

Peserta upacara Peringatan Harjad Kota Pontianak pada 23 Oktober juga mengenakan pakaian tersebut. Pemakaian telok belanga dan baju kurong ini dalam rangka memperingati dan memeriahkan Harjad Kota Pontianak ke-248. "Bertepatan Hari Jadi Kota Pontianak, juga akan ada penganugerahan Rekor MURI Berbusana Baju Kurung Terbanyak dan Senam Jepin Pontianak Terbanyak," terangnya.

Dengan mengenakan pakaian khas Melayu Pontianak ini pula sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan Harjad Kota Pontianak. “Ini sebagai wujud kebanggaan bagi warga terhadap kearifan lokal yang dimiliki,” ungkap Uray.

Himbauan seluruh instansi pemerintahan maupun swasta, sekolah dan tempat usaha yang ada di wilayah Kota Pontianak untuk memasang pohon manggar di kiri kanan pintu masuk dan keluar halaman gedung.