Pilkades Desa Sungai Malaya "Reformasi Birokrasi Desa atau Status Quo"
Cari Berita

Advertisement

Pilkades Desa Sungai Malaya "Reformasi Birokrasi Desa atau Status Quo"

Rabu, 02 Oktober 2019

Foto Ryan Rizaldi/ ruangaspirasi.net

KUBU RAYA (Ruangaspirasi.netReformasi birokrasi pada dasarnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan desa terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur di desa itu sendiri. Sedangkan Status Quo adalah keadaan tetap sebagaimana keadaan sekarang, keadaan tahun-tahun sebelumnya dan keadaan yang akan datang, dalam artian mempertahankan keadaan sekarang dan masa yang akan datang tetap seperti sebelumnya. Secara singkat status quo ini berarti anti perubahan atau reformasi.

Lima tahun sudah berlalu dan tiba didepan mata pemilihan kepala desa baru yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang, masyarakat lagi-lagi dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang akan menentukan masa depan desa itu sendiri antara REFORMASI ATAU STATUS QUO untuk lima tahun mendatang. Saya yakin dan percaya pada masyarakat bahwa masyarakat sekarang sudah tau situasi dan kondisi yang ada di lapangan, dan kita semua menginginkan reformasi demi terciptanya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat desa sungai malaya, oleh sebab itu masyarakat dituntut aktif mengawal pemilihan kepala desa tahun ini dengan sebaik-baiknya.

Masyarakat diharapkan membaca sejarah selama lima tahun kebelakang, serta tidak menutup mata dan telinga sehingga merasa tidak tau apa yang terjadi selama beberapa tahun sebelumnya, saya kira bodoh sekali jika masyarakat tau dan mengerti apa yang terjadi tahun-tahun sebelumnya namun mereka masih mempercayai dan tidak menginginkan reformasi dan malah memilih untuk tetap bertahan dalam keadaan status quo.

Pemilih cerdas akan menentukan lima tahun yang akan datang, sumpah serapah calon akan menyeruak ditengah-tengah masyarakat demi meraup suara, dan saat itu semua pilihan ada ditangan kita, kita sebagai masyarakat desa yang menentukannya sendiri apakah kita menginginkan perubahan atau bertahan dalam keadaan yang sama seperti lima tahun sebelumnya, tentukanlah!.

Pertarungan di PILKADES tahun ini akan menjadi sangat ketat sebagaimana kita tahu bahwa akan ada 6 orang bakal calon dan 5 calon resmi setelah lolos seleksi di pemerintahan desa untuk memperebutkan 1 kursi sebagai kepala desa. Dan disini kami sebagai masyakat menyatakan untuk menginginkan perubahan dan siapapun yang akan menjabat sebagai kepala desa nantinya diharapkan agar menjadi pemimpin yang sebenar-benarnya pemimpin. 

Dan pada tahapan pemerintahan desa kedepan, pemuda diharapkan menjadi motor penggerak dan menjadi penyumbang ide-ide dan gagasan untuk pembangunan desa serta ikut andil dalam pengawasan dan berpartisipasi dalam pengelolaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa agar tercipta Tata pemerintahan desa yang baik yang bersifat Transparansi, partisipasi, dan Akuntabilitas yang disebut dengan Good Governance.

Penulis : Riandy. S Mahasisw UNTAN