HIMAPOL Fisip UNTAN Ucapkan Selamat dan Harapan Atas Pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI
Cari Berita

Advertisement

HIMAPOL Fisip UNTAN Ucapkan Selamat dan Harapan Atas Pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI

Minggu, 20 Oktober 2019


PONTIANAK (ruangaspirasi.netSegenap keluarga besar Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Tanjungpura mengucapkan selamat atas dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 -2024 Bapak Ir. H. Joko Widodo dan K.H Ma'ruf Amin.

Sebelumnya Jokowi Dodo sudah menjabat sebagai presiden pada tahun jabatan 2014-2018 dengan wakilnya Dr.H. Muhammad Jusuf Kalla. Dalam masa jabatannya yang lalu bapak Jokowi banyak memberikan kontribusi yang sangat positif bagi bangsa Indonesia.

Selanjutnya, pasangan kandidat Jokowi-Ma'ruf menang dengan perolehan suara 55,50 persen mengalahkan pasangan kandidat Prabowo-Sandi dengan perolehan suara 45,50. Yakni berdasarkan perolehan suara  secara nasional dari 34 provinsi dan 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri ( PPLN ).

Segala bentuk perhelatan dan panas nya situasi politik pasca pemilu beberapa bulan lalu diakhiri dengan dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi ma'ruf.

Dengan terlaksananya pelantikan presiden dan Wakil presiden terpilih maka Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik UNTAN yang merulan sebagai rakyat Indonesia mengamanahkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia kepada Bapak presiden dan wakil presiden.

Mereka berharap  presiden dan wakil presiden terpilih membawa angin segar  bagi pemerintahan dan perpolitikan negeri ini mengingat semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi negara kita seperti permasalahan Diskriminasi, Perizinan usaha, Dilema Undang – Undang, dan permasalahan lainnya.

"Untuk itu harapan kami mahasiswa Ilmu Politik Fisip Untan mewakili masyarakat agar Lima tahun kedepan presiden terpilih mampu menciptakan perubahan besar bagi Indonesia agar lebih maju dan mampu bersaing di kancah internasional, dapat membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang adil, makmur dan sejahtera, lebih bekerja keras dalam menghadapi tantangan Perekonomian global, menjalankan program yang sudah dibuat untuk kepentingan rakyat serta dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang bukan hanya sebagai pasar ekonomi dunia tetapi distributor ekonomi dunia, mengatasi masalah pengangguran serta kualitas tenaga kerja lokal dan membatasi tenaga kerja asing, Merealisasikan Program Wajib Belajar 12 tahun yang meskipun sudah di rencanakan dari tahun 2015, namun belum dapat terealisasi sepenuhnya, karena terhalang oleh beberapa kendala," ujar Werudy Alexander Seran Kepala Bidang PPIP HIMAPOL FISIP UNTAN. 20/10


Alex menyebutkan, bahkan yang lebih parahnya untuk daerah-daerah terpencil seperti di pedesaaan program ini sama sekali belum dapat terselenggara dengan baik sehingga perlu di tindaklanjuti mengingat pendidikan merupakan salah satu pembentuk pola pikir dan karakter bangsa yang berkualitas, terus memimpin rakyat Indonesia dalam menjaga dan membangun persatuan dan kesatuan bangsa, serta menuntaskan masalah kemanusiaan yang saat ini dialami oleh saudara kita di Papua, tetap menjalankan amanah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan merealisasikan janji-janji pada saat kampanye.

Dalam mewujudkan harapan - harapan yang di amanahkan oleh rakyat Indonesia  perlu adanya  kerjasama dan pengawasan yg ekstra baik dari sesama lembaga pemerintahan maupun dengan masyarakat agar pemerintah yg di jalankan benar-benar memenuhi harapan rakyat Indonesia.

"Kita juga sebagai mahasiswa yang terpelajar harus bersikap kritis dan terus peduli dgn kebijakan pemerintah agar Lima tahun ke depannya tidak terjadi penyelewengan kekuasaan," ungkapnya.

Untuk itu mari sama-sama kita bersatu dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dan hilang sikap benci dan fitnah. Dan perlu kerjasama dari semua kalangan untuk mensukseskan jalannya pelantikan presiden pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019 nnti agar berjalan dengan lancar dan tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Werudy Alexander/Awal