Bupati Sumenep dan DPRD Jatim Jalin Silaturahim Bersama Diaspora Ra'as, Ini Aspirasi Warga Ra'as
Cari Berita

Ruang Aspirasi Kreatif Membangun negeri

Advertisement

Bupati Sumenep dan DPRD Jatim Jalin Silaturahim Bersama Diaspora Ra'as, Ini Aspirasi Warga Ra'as

Selasa, 28 Januari 2020

Bupati Sumenep dan DPRD Jatim Jalin Silaturahim Bersama Diaspora Ra'as, Ini Aspirasi Warga Ra'as
Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro dan Anggota DPRD Jatim Nurfitriani saat silaturahim dan serap aspirasi bersama warga Pulau Ra'as di Bali. (Foto: Istimewa)

BALI (Ruangaspirasi.net) Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro Karim dan Anggota DPRD Jatim Nurfitriani menjalin silaturahim bersama perantau warga Pulau Ra'as di Bali yang terkumpul dalam organisasi Diaspora Ra'as di Jl. Merdeka Raya, IX, No.6, Banjar Abian Base, Kuta, Badung, pukul 21.00, Senin, (27/01/2020).

Rasyid Hani selaku Presidium Diaspora meyambut baik dan sangat bangga atas kunjungan Bupati Sumenep dan DPRD Jatim kepada masyarakat Ra'as yang ada di Bali.

"Kami sangat bangga dan bersyukur atas kehadiran Bapak Bupati dan Ibu Nurfitriani selaku anggota DPRD Jatim," katanya.

BACA JUGA: Harapan Baru Bersama Kepala Desa Baru

Sebelumnya, Rasyid menuturkan, pertemuan ini menjadi memontum penting untuk berdialog antara masyarakat dengan pemangku kebijakan, khususnya Kiyai Busyro selaku Bupati dan Ibu Fitri anggota DPRD Jatim.

"Banyak hal yang ingin kami sampaikan pastinya. Kami sebagai wadah masyarakat perantau Ra'as yang ada di Bali, telah banyak menerima masukan dari saudara-saudara kami. Inilah yang akan kami suarakan kepada beliau-beliau," ucap Rasid.

Diantaranya terkait Harga BBM. Ali Wafa, mantan Kepala Desa di salah satu Desa Ra'as mengeluhkan, "kenapa Satu Harga BBM Nasional tidak kami rasakan? Apa masalahnya?," tanyanya kepada Bupati saat sesi dialog.

Selain itu, Wafa sangat mengapresiasi kepemerintahan saat ini yang dipimpin Kiyai Busyro. Karena sekarang PLN sudah masuk ke Pulau Ra'as. Tapi baginya, ada kondisi masyarakat dimana masih kurang mampu secara ekonomi. Wafa berharap, Pemerintah bisa mensubsidi khusus masyarakat yang tidak mampu.

Tidak cukup di situ, Wafa juga menyinggung dana CSR Migas yang dianggapnya masih belum terasa manfaatnya oleh masyarakat.

Mendengar keluhan Wafa, Bupati menjawab akan segera merapatkan terkait CSR yang menjadi keluhan masyarakat.

"Soal CSR, akan saya rapatkan nanti," janjinya.

Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro dan Anggota DPRD Jatim Nurfitriani saat foto bersama usai berdialog serap aspirasi warga Pulau Ra'as di Bali. (Foto: Istimewa)

Peserta lain, Yani juga tidak mau kalah, dirinya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan pertemuan ini. Yani lebih menyoroti soal ambulan apung. Menurutnya, sebagai warga kepulauan sangat penting dan butuh ambulan apung.

"Mengapa? kalau kami sakit, dan harus dibawak ke Sumenep karena ketidak tersediaan rumah sakit yang memadai, tapi karena ongkos yang mahal naik kapal, dan warga tidak mampu, akhirnya sampai mati diperjalanan karena lambat," ungkap Yani.

Busyro menjawab persoalan tersebut menjadi perhatiannya, tapi persoalannya, ambulan apung butuh biaya yang besar.

"Kalau hanya Kabupaten tidak sanggup. Jadi ini dari Provinsi dan juga pusat di Kementerian," tanggapnya.

Tak ketinggalan soal mudik gratis. Yani berharap, mudik gratis untuk perantau Ra'as yang di Bali bisa dibantu oleh Pemerintah.

"Seperti di perkumpulan Banyuwangi, mereka dapat setiap mudik dari pemerintah Banyuawangi. Nah, baragkali Sumenep juga bisa," mohonnya.

Tapi lagi-lagi, harapan itu tak mendapat jawaban yang sesuai harapan, "soal mudik, ini masih belum ada anggrannya dan belum sempat dibicarakan," jawab Abuya Busyro.

BACA JUGA: Bangun Kemajuan Indonesia, Awardee LPDP Dirikan Yayasan Cantrika 

Termasuk persoalan transportasi kapal Verry yang masih dirasa kurang. Karena menurut Yani, kapal verry yang ada masih belum mencukupi warga Ra'as yang ada di Bali ketika Mudik.

"Jadi kami mohon Pak Bupati, bisa ditambah kapalnya baut kami lagi," harapnya

Dan menurut pegakuannya, Bupati Busyro telah menyurati pihak terkait dan akan segera membicarakan hal tersebut seperti yang disuarakan saat ini.

Terakhir, persoalan pendidikan juga disuarakan. Fadil, salah satu pengurus Diaspora bagian pendidikan menyampaikan, pendidikan menjadi perhatian serius bagi Diaspora. Karenanya, Diaspora telah mengagendakan program distribusi 10.000 buku bagi generasi pulau Ra'as.

"Alhamdulillah, saat ini telah terkumpul 500 buku dan Al-Qur'an 1.000,. Kami berharap, Bupati dan Ibu Dewan mendukung program kami. Tidak hanya ini, kami juga merencanakan membuat taman baca di setiap desa di Ra'as," pintanya.

Dalam hal ini, Abuya Busyro sangat mengapresiasi program tesebut, dan siap menyumbang buku-buku hasil karyanya.

Dari sekian aspirasi telah disampaikan oleh Diaspora yang mewakili suara masyarakat Ra'as khususnya. Walaupun belum mendapat respon yang sangat memuaskan, namun setidaknya menurut Rasyid, "kami sudah menyampaikan aspirasi yang selama ini terpendem oleh masyarakat," katanya.

Karena mengingat waktu yang tidak memungkinkan, dan banyaknya pertanyaan yang disampaikan masyarakat, sehingga tidak mungkin bisa terjawab semua oleh Bupati dan Ibuk Dewan. Tapi disisi lain, kami sudah sangat bersyukur dan bangga.

"Kehadiran beliau-beliau (Abuya Busyro dan Nurfitriani) sangat luar biasa. Kedepannya, Insya Allah akan terus kami upayakan untuk terus bisa berbuat untuk kebaikan Ra'as. Mohon do'anya," harapnya Rasyid

(MAR)

VIDEO PILIHAN: EKSPLORASI WISATA GRAND PATHEK SITUBONDO