Gebrak Awal Tahun 2026, Xbox Hadirkan 10 Game Anyar dan Isu Layanan Cloud Gratis

Microsoft tampaknya tidak ingin membuang waktu di awal tahun 2026 ini. Setelah sukses menarik perhatian dengan integrasi judul besar seperti Star Wars Outlaws dan Resident Evil Village, raksasa teknologi tersebut kembali tancap gas dengan mengumumkan gelombang permainan baru untuk layanan Xbox Game Pass. Total ada sepuluh judul yang siap memperkaya katalog hingga awal Februari nanti, menawarkan variasi genre yang cukup luas bagi para penggemar RPG, strategi, maupun aksi.

Deretan Judul Kelas Kakap dari Pihak Ketiga

Sorotan utama langsung tertuju pada Death Stranding: Director’s Cut yang sudah mulai bisa diakses hari ini. Microsoft sepertinya sadar betul bahwa mereka perlu menjaga momentum dengan menggandeng penerbit pihak ketiga, mengingat tidak ada judul internal studio mereka dalam daftar kali ini. Dalam beberapa hari ke depan, pelanggan akan dimanjakan dengan kehadiran Ninja Gaiden Ragebound, Warhammer 40,000: Space Marine 2, hingga teka-teki filosofis dalam The Talos Principle 2.

Bagi para pencinta nostalgia, kehadiran Final Fantasy II tentu menjadi daya tarik tersendiri. Langkah ini menegaskan strategi Microsoft untuk merangkul semua segmen pemain, mulai dari pencinta fiksi ilmiah brutal hingga penggemar game klasik. Pihak Xbox sendiri dalam pernyataan resminya menyebut koleksi ini sebagai “kumpulan judul luar biasa dari penerbit global”.

Dilema Pilihan Paket Berlangganan

Namun, ada detail penting yang perlu diperhatikan konsumen terkait pembagian akses. Meskipun mayoritas judul baru tersedia untuk pelanggan paket Premium, dua judul spesifik yakni Indika dan MySims: Cozy Bundle dikunci eksklusif hanya untuk pelanggan paket Ultimate.

Mengingat harga paket Ultimate yang kini berada di angka 30 dolar per bulan, ini menjadi pertimbangan ekonomis tersendiri. Bagi pemain yang memiliki anggaran terbatas, paket Premium tetap menjadi opsi rasional karena sebagian besar konten utama—seperti Space Marine 2—masih bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek lebih dalam.

Wacana Main Gratis dengan Dukungan Iklan

Di tengah gempuran konten berbayar tersebut, muncul kabar menarik mengenai upaya Microsoft memperluas jangkauan pasarnya. Perusahaan yang bermarkas di Redmond ini dikabarkan tengah serius menggodok skema gratis untuk layanan Xbox Cloud Gaming yang didukung oleh iklan, sebuah model bisnis yang mirip dengan apa yang diterapkan YouTube.

Isu ini semakin santer terdengar setelah beberapa pengguna melaporkan adanya pesan sistem yang tidak lazim saat hendak bermain, yang berbunyi “satu jam permainan didanai oleh iklan”. Kemunculan pesan ini sempat memicu spekulasi bahwa fitur gratisan tersebut sudah diluncurkan diam-diam. Akan tetapi, laporan dari Windows Central meluruskan bahwa pesan tersebut hanyalah kesalahan tampilan atau glitch. Meski demikian, proyeknya sendiri dikonfirmasi nyata dan sedang dalam tahap pengembangan aktif, dengan potensi peluncuran tahun ini.

Solusi di Tengah Mahalnya Perangkat Keras

Jika terealisasi, strategi ini bisa menjadi titik balik industri game streaming. Saat ini, akses ke Xbox Cloud Gaming mewajibkan pembelian game dan langganan Game Pass. Membuka jalur akses gratis berbasis iklan tentu akan mendemokratisasi akses gaming berkualitas tinggi.

Langkah ini dinilai sangat relevan dengan kondisi pasar perangkat keras saat ini. Melonjaknya harga komponen komputer, terutama memori akibat tren kecerdasan buatan (AI), membuat biaya merakit PC gaming makin sulit dijangkau. Melalui cloud gaming, beban pemrosesan dialihkan ke server Microsoft, sehingga pemain hanya membutuhkan perangkat sederhana seperti PC standar, ponsel, atau TV pintar untuk menjalankan game berat. Kini, kita tinggal menunggu konfirmasi resmi kapan Microsoft benar-benar akan membuka pintu akses gratis ini ke publik.