Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Rupiah, Akses Transaksi Digital Terus Dipermudah
Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level 4,75 persen dalam pengumuman resminya hari Rabu lalu. Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan upaya bank sentral untuk menjaga stabilitas ekspansi ekonomi sekaligus menjangkar nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah sehari sebelumnya. Keputusan ini sesuai dengan prediksi bulat dari 26 ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang memperkirakan tidak adanya perubahan kebijakan dalam waktu dekat.
Selain menahan suku bunga acuan yang telah bertahan sejak September, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility tetap di angka 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility di angka 5,50 persen. Sebagai catatan, bank sentral sebelumnya telah memangkas suku bunga dengan total 150 basis poin dalam periode September 2024 hingga September 2025. Kebijakan menahan suku bunga saat ini dianggap sebagai langkah paling pruden untuk merespons dinamika pasar keuangan global yang masih memengaruhi volatilitas mata uang domestik.
Kemudahan Transaksi di Sektor Riil
Sementara kebijakan makroekonomi terus dijaga untuk stabilitas moneter, di sektor riil, kelancaran sistem pembayaran digital menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Dompet digital seperti DANA terus memainkan peran krusial dalam memfasilitasi transaksi non-tunai. Fleksibilitas pengisian saldo (top up) menjadi kunci adopsi digital ini, salah satunya melalui kemitraan dengan jaringan ritel seperti Alfamart yang tersebar luas di berbagai wilayah.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan digital atau ATM, gerai Alfamart menjadi opsi praktis untuk mengisi saldo DANA. Prosesnya terbilang sederhana. Pengguna hanya perlu mendatangi kasir gerai Alfamart terdekat dan menyampaikan tujuan untuk melakukan top up DANA. Setelah memberikan nomor ponsel yang terdaftar pada akun aplikasi, pengguna cukup membayar sesuai tagihan, dan saldo akan masuk secara otomatis setelah transaksi diproses oleh kasir. Notifikasi keberhasilan transaksi akan langsung muncul di aplikasi pengguna.
Ketentuan Nominal dan Biaya Layanan
Meskipun aksesnya mudah, pengguna perlu memperhatikan kebijakan nominal dan biaya layanan yang berlaku. Berdasarkan informasi resmi, batas minimal pengisian saldo DANA di Alfamart adalah Rp 50.000. Pengguna dapat melakukan pengisian dengan kelipatan nominal tersebut, mulai dari Rp 100.000, Rp 150.000, hingga seterusnya. Untuk batas maksimal, umumnya dipatok sebesar Rp 1 juta per transaksi, meskipun beberapa gerai memiliki kebijakan yang memperbolehkan hingga Rp 2 juta, tergantung pada aturan masing-masing lokasi.
Selain itu, terdapat biaya administrasi yang dibebankan kepada pelanggan sebesar Rp 2.500 untuk setiap kali transaksi. Sebagai ilustrasi, jika seorang pengguna hendak mengisi saldo sebesar Rp 50.000, maka total uang tunai yang harus disiapkan adalah Rp 52.500. Sinergi antara kebijakan moneter yang stabil dan kemudahan infrastruktur pembayaran digital seperti ini diharapkan dapat terus menjaga daya beli dan perputaran ekonomi masyarakat di tengah tantangan global.









