Kisah Haru Rohatun, Ibu 3 Anak Asal Situbondo Yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Cari Berita

Advertisement

Kisah Haru Rohatun, Ibu 3 Anak Asal Situbondo Yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Rabu, 30 Januari 2019

Kisah Haru Rohatun, Ibu 3 Anak Asal Situbondo Yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Rohatun Bersama 3 Anaknya

SITUBONDO, (Ruangaspirasi.net) Tidak ada orang tua yang tidak ingin melihat anaknya bahagia, apapun pasti akan dilakukan asalkan hidup sang anak tidak kekurangan. Terlebih, kasih sayang sang ibu yang melimpah ruah dan tak terbatas. Meskipun terkadang, seorang anak tidak menyadari upaya dan pengorbanannya.

Apalagi, ketika seorang ibu harus berjuang sendiri tanpa sosok suami, untuk bertahan hidup saja mungkin suatu hal yang berat. Namun, karena kegigihan seorang ibu untuk membesarkan anak-anaknya membuatnya lebih bersemangat. Demikian seperti terjadi pada Rohatun, seorang ibu rumah tangga asal Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.

Semua kisah harunya dimulai ketika Ali Badar (suaminya), bekerja sebagai tukang gali sumur lalu kecelakaan dan harus mengalami kelumpuhan. Saat itulah Rohatun menjadi tulang punggung keluarga dan harus banting tulang demi mencukupi kebutuhan suami dan ketiga anaknya.

Meski susah payah, ibu tiga anak ini tidak pernah putus asa. Ia menyampaikan apapun jenis pekerjaan pasti selalu diterima yang penting halal. Termasuk mengangkut kotoran sapi, pekerjaan yang kerap kali dipandang sebelah mata ini terpaksa dilakukannya untuk sekedar mengisi perut kelurganya.

"Biasanya saya setiap hari mendapat upah sebesar Rp.15 - 17 ribu dan paling banyak Rp. 30 ribu tergantung jenis pekerjaannya," ungkapnya. Rabu, (30/01/2019)

Tentu, nilai rupiah hasil upah pekerjaannya tersebut sangatlah kurang untuk kebutuhan sehari-harinya, mengingat ia juga menghidupi suami dan ketiga anaknya. Kata Rohatun untuk membeli kebutuhan pokok saja, sesekali ia harus mencari pinjamam kesana kemari.

"Iya dicukup-cukupi, jika tidak cukup terpaksa ngutang dulu ke toko atau pinjam sama tetangga," cerita Rohatun

Perjuangan dan kerja keras ibu tiga anak ini memang patut diacungkan jempol, meski penuh lika-liku dan dengan penghasilan yang minim, ia tetap menyekolahkan putrinya. Karena keberhasilan anaknya kelak adalah harapan besar baginya.

Penulis : Widad Bariroh
Mahasiswi Magang STAINH