Drama Gim 5: Wembanyama Kabur dari Media, Kejutan Jared McCain Bawa Thunder Selangkah ke Final

Menjelang tengah malam, Victor Wembanyama akhirnya menampakkan diri dari ruang ganti tim tamu di PayCom Center. Ia sudah berganti dengan pakaian kasual usai mandi pascapertandingan, menyusul kekalahan 127-114 San Antonio Spurs dari Oklahoma City Thunder di Gim 5 Final Wilayah Barat.

Kerumunan besar jurnalis masih setia menunggu di ruangan tersebut, semuanya penasaran mendengar langsung dari mulut big man 22 tahun itu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mereka butuh alasan mengapa penampilannya begitu kedodoran di malam saat Thunder sukses mengambil alih kendali seri dengan keunggulan 3-2. Namun, ada yang tak terduga. Saat guard Spurs, De’Aaron Fox, sedang meladeni pertanyaan wartawan, Wembanyama nyelonong begitu saja melewati kerumunan media menuju bus tim. Dia berbelok ke kiri di lorong arena, berjalan beberapa ratus meter, lalu benar-benar menghilang ditelan malam. Baik ofisial tim maupun para reporter cuma bisa melongo melihatnya mengabaikan kewajiban jumpa pers yang sudah jadi regulasi mutlak NBA.

Tidak akan ada sesi bedah taktik malam itu. Tidak ada penjelasan soal akurasi tembakannya yang bapuk di angka 4-dari-15, atau bagaimana dia cuma sanggup memetik enam rebound selama 38 menit bermain. Fakta bahwa saat dia ada di lapangan Spurs kalah defisit poin hampir dua digit (minus-8) juga dibiarkan menggantung tanpa jawaban. Tak ada pula refleksi soal insiden senggolan bahu dengan big man Thunder, Chet Holmgren, yang cuma bergesekan ringan saat keduanya berjalan ke bangku cadangan di tengah panasnya kuarter pertama. Apalagi komentar soal respons fisik dan provokatif dari forward Thunder, Jaylin Williams, di menit-menit setelahnya.

Di salah satu panggung terbesar musim ini, ketika banyak pihak mempertanyakan bagaimana Thunder sukses melumpuhkan ‘kekuatan supernya’ di momen krusial, aksi bungkam Wembanyama jelas memicu badai kritik. Ironisnya, sepanjang musim dia selalu vokal jika menyangkut rivalitas yang makin memanas dengan Thunder. Sikap diam ini kini jadi PR tersendiri buat petinggi liga. Sebagai peraih predikat pemain paling ramah media versi Professional Basketball Writers Association musim ini, keputusannya untuk kabur dari kejaran jurnalis sangat melenceng dari karakternya. Denda dari NBA rasanya tinggal tunggu waktu, apalagi ini terjadi usai laga berprofil sangat tinggi.

Meski begitu, di mata beberapa petinggi Spurs, kebisuan Wemby justru jadi sinyal kuat betapa seriusnya dia memandang krisis yang sedang mengancam nyawa tim di playoff. Setelah mencatat rekor mentereng 62-20 di musim reguler (hanya tertinggal dua gim dari Thunder yang memuncaki klasemen liga) dan membantai OKC di enam dari sembilan pertemuan sebelum kekalahan ini, Spurs kini benar-benar ada di bibir jurang eliminasi jelang Gim 6 di San Antonio hari Kamis nanti. Persetan dengan aturan media liga, Wembanyama sepertinya lebih memilih agar aksinya di lapangan yang nanti menjawab semua keraguan.

Sementara kubu Spurs pusing memikirkan performa bintang utamanya, Thunder justru menemukan pahlawan baru di tengah situasi yang serba mepet. Jelang tip-off, Thunder dibuat waswas. Jalen Williams yang statusnya diragukan sepanjang hari akhirnya terpaksa dicoret sejam sebelum laga karena masalah hamstring kiri yang tak kunjung pulih. Ajay Mitchell yang biasanya jadi deputi juga sudah lebih dulu ditarik keluar akibat cedera otot soleus betis kanan. Situasi buntu ini memaksa pelatih Mark Daigneault mengambil langkah yang nyaris nekat: memberi Jared McCain peran starter perdananya di panggung playoff.

Keputusan darurat itu terbukti genius.

McCain meledak dengan torehan 20 poin—18 di antaranya dicetak di babak kedua. Kontribusi vitalnya tak hanya mengamankan kemenangan 127-114, tapi juga menempatkan sang juara bertahan NBA kini cuma butuh satu kemenangan lagi untuk kembali mencicipi partai puncak Final NBA.

“Kami cuma mikir dia bisa ngasih kontribusi bagus buat tim, apalagi melihat posisi kami yang kehilangan beberapa pemain pilar,” ujar Daigneault. “Dia main luar biasa… Mentalitasnya sangat tangguh. Saya tak pernah menganggap remeh saat ada pemain yang tiba-tiba diberi peran sebesar ini di pertandingan genting, tapi sejujurnya saya tak terkejut. Dia punya nyali dan rasa percaya diri yang tinggi, dan itu semua terlihat jelas malam ini.”

Bermain selama ini dari bangku cadangan dengan rata-rata 8,8 poin dalam 12 laga playoff, McCain sama sekali tidak terlihat canggung memikul beban. Dia tidak ragu mengeksekusi serangan, mencatatkan 19 kali percobaan tembakan yang menjadikannya sejajar dengan sang bintang utama, Shai Gilgeous-Alexander, sebagai penembak terbanyak Thunder di Gim 5.

Usai laga di siaran NBA TV, McCain dengan santai membeberkan bahwa Daigneault sebenarnya sudah memberi kode sejak Senin kalau dia bakal turun sebagai starter, sebelum akhirnya dikonfirmasi keesokan harinya. “Masuk ke pertandingan ini, niat saya cuma satu: main ngotot sekuat tenaga di ofense, ambil rebound, dan biarkan sisanya mengalir,” tuturnya.

Belum ada kepastian seberapa lama McCain akan mengamankan posisinya di starting five. Namun, apa pun taktik yang akan disiapkan Daigneault untuk Gim 6 di San Antonio nanti, performa impresif McCain telah menjadi panggung audisi yang spektakuler, sekaligus memberikan satu lagi alasan bagi Wembanyama dan Spurs untuk tidak tidur nyenyak.