Ini Dia Eksotisme Savana Besar Sikasur Argopuro yang sedang Kontroversial
Cari Berita

Advertisement

Ini Dia Eksotisme Savana Besar Sikasur Argopuro yang sedang Kontroversial

Kamis, 10 Mei 2018

SITUBONDO, (Ruangaspirasi.me) Padang Savana Sikasur atau menurut sebagian kawan pendaki biasa juga disebut Cikasur, beda lagi versi penamaan dari masyarakat setempat (Sumbermalang - Situbondo) adalah Sekasor, nama yang memberikan gambaran tentang padang rumputnya yang seperti Kasur.

Untuk sampai pada Savana Sikasur kita bisa melewati pintu masuk resmi pendakian di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang - Situbondo, yang sebelumnya harus mendapatkan ijin dari Kantor BKSDA di Baderan.

Jarak tempuh dari Desa Baderan sampai di Savana Sikasur adalah sekitar 20 Km, Perjalanan normal membutuhkan waktu minimal 7-9 jam dengan berjalan kaki, atau sekitar 2,5 jam dengan mengendarai motor trail. 

Secara umum Trek yang disajikan cukup landai, jika pada waktu Kemarau berdebu, sebaliknya pada musim hujan berlumpur. Namun terdapat 2 trek tanjakan yang cukup menantang yaitu pada lokasi Gunung Lengleng dan Markandeng dengan kemiringan tanjakan hampir mencapai 75° sehingga mau tidak mau bagi para pendaki perlu mengerahkan tenaga ekstra untuk melalui trek ini.

ada sekitar 3-4 Savana pembuka sebelum sampai pada Savana Sikasur. Rute perjalanan sebelum masuk pada savana pertama ada sebuah tempat yang bernama Penyonsonan, ditempat ini setiap masyarakat yang akan naik atau memasuki pagunungan Hyang Argopuro akan melakukan ritual pamit dengan meletakkan linting rokok pada perapian yang terletak dipinggir jalan dalam hutan.

Savana pertama biasa disebut alun-alun kecil. di alun-alun kecil kita akan merasakan sansasi dunia lain layaknya bukan berada di Kabupaten Situbondo.

Puncak keindahan Savana Sikasur berada pada bulan Maret hingga Mei yang pada bulan-bulan tersebut rumput savana sedang menghijau diselingi bunga-bunga liar yang sedap dipandang mata.

Sensasi lain pada savana Sikasur yaitu sungai Kolbu yang diatasnya tumbuh sayuran selada air atau oleh penduduk Baderan biasa disebut Karnong/Arnong. Bagi pemuda Baderan, dapat dipercaya bahwa mereka sudah mengunjungi Sikasur jika pulang membawa Arnong. karena ditempat lain tidak ada Arnong seperti di Sungai Kolbu Sikasur, walaupun ada namun batang sayurannya lebih kecil.

Pada suasana hening savana Sikasur, ada 2 suara yang akan segera membuat kita berdebar takjub, yaitu suara burung merak dan  Gemuruh seperti suara tawon yang ternyata suara itu adalah perpaduan suara daun cemara yang diterpa angin. 

Sedangkan hewan Rusa belum penulis temukan selama beberapa kali kesempatan berkunjung pada Savana Sikasur.