Ketika Berita Buruk Menjelma Musik Yang Merdu
Cari Berita

Advertisement

Ketika Berita Buruk Menjelma Musik Yang Merdu

Rabu, 26 September 2018


GAYA HIDUP, (Ruangaspirasi.net) Alangkah indahnya andai saja segala berita disampaikan dengan bahasa yang halus, indah dan menarik serta menguatkan. 

Kebanyakan hal-hal yang kita dengarkan ketika seseorang berada di ruang ICU adalah kata-kata yang begitu mengerikan dan justru meluruhkan semangat yang terkandung dalam diri kita. Suatu perbandingan jika ada satu pasien yang telah divonis kanker stadium akhir lantas dihadapkan dengan seorang dokter yang kurang begitu lihai dalam mengemas berita, maka yang ada dalam diri pasien hanyalah luka, putus asa, dan hilang harapan.

Akan sangat berbeda dengan ketika dia dihadapkan dengan seorang dokter yang begitu cerdas dalam mengemas sebuah berita dan kabar. Misalkan dengan mengatakan "Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Sebab segalanya kembali kepada diri masing-masing, besarnya harapan dan keyakinan akan melenyapkan seluruh rasa keputus asaan sehingga saya yakin bapak akan sembuh dalam waktu yang singkat. Ilmu kedokteran tetaplah tidak dapat menghitung masa aktif nafas seseorang, percayalah bapak akan segera sehat, sembuh dan pulih kembali".

Kata-kata tersebut pada hakikatnya penyampaian beritanya sama akan tetapi dalam kemasan berbeda, dan tentu akan direspon oleh tubuh dan pola pikir yang berbeda juga. Berita yang begitu mengerikan menjelma seolah nyanyian yang begitu merdu.

Penulis: Husna Assyafa