Hadiri Istighosah Qubro di Kalbar, Yenny Wahid Ajak Kaum Ibu-Ibu Tentukan Sikap Politik
Cari Berita

Advertisement

Hadiri Istighosah Qubro di Kalbar, Yenny Wahid Ajak Kaum Ibu-Ibu Tentukan Sikap Politik

Kamis, 21 Maret 2019

Hadiri Istighosah Qubro di Kalbar, Yenny Wahid Ajak Kaum Ibu-Ibu Tentukan Sikap Politik
Istighosah Kubro Muslimat NU Kalimantan Barat

KALBAR, (Ruangaspirasi.net)
Muslimat Nahdlatul Ulama Kalimamtan Barat (NU Kalbar) menggelar Istighosah Qubro di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya dengan tema "Gerakan Ibu Bangsa Kalimantan Barat untuk keberlanjutan Pembangunan Nasional". Minggu, (17/03/2019)

Istighosah tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), Hj. Mursidah Thohir selaku wakil Pengurus Pusat Muslimat NU Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Kabupaten Bangkalan KH Mukhlis Mukhlisin, Gubernur Kalimantan Barat H.Sutarmidji, Sujiwo selaku Wakil Bupati Kubu Raya, Ketua PWNU Kalbar KH.Hildi Hamid, Rois Suriah NU Kalbar Syahrul Yadi serta seluruh PC dan PAC Muslimat NU Se-Kalbar dan Banom NU Se-Kalbar.

Dalam sambutannya Hj.Isriyah selaku Ketua PWNU Kalbar, antusias Ibu-Ibu Muslimat NU Se-Kalbar sangat luar biasa terhadap acara tersebut.

"Masya Allah antusias Ibu-Ibu Muslimat terhadap kegiatan ini sangat luar biasa, apalagi setelah mengatahui bahwa yang akan hadir adalah Mbak Yenny Wahid. Ibu-ibu sampai melaksanakan sholat hajat agar Mbak Yenni bisa hadir di Kalbar," ungkap Hj.Isriyah.

"Saya berharap setelah Istighosah Qubro ini para ibu-ibu Muslimat NU tetap menjadi back up kepada ibu-ibu di masyarakat, baik di kota maupun di desa tentang hal-hal positif," imbuhnya

Dalam kesempatan yang sama Sutarmidji selaku Gubernur Kalbar menegaskan, memasuki tahun politik tahun 2019 ini, masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin, yakni berdasarkan kinerja bukan dengan Fitnah.

"Jangan pilih pemimpin dengan cara-cara dan berdasarkan fitnah, arena itu akan membawa kemudaratan bagi Negara," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, hasil kerja Jokowi sebagai Presiden sekitar 4 tahun cukup dirasakan dan membantu terhadap kemajuann pemerintah daerah di Kalbar sampai saat ini.

"Sebelumnya perjalanan dari Pontianak ke Sintang 11 jam, sekarang dengan kecepatan mobil 70 kilo meter saja, dari Pontianak ke Sintang bisa 5 jam 20 menit. Jadi kita harus bersyukur atas apa yang telah dibuat pemerintah, di Era Jokowi," ungkap Bg Midji.

Sementara Yenny Wahid Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU mengimbau warga NU tidak salah pilih dalam Pilpres 2019. Yenny juga mengajak kaum perempuan memerangi hoaks selama pelaksanaan Pemilu, karena dianggap bisa menimbulkan perpecahan.

"Mau jadi pendukung sini mau jadi pendukung sana yang penting adil, tidak menyebar fitnah terhadap lawan politik dan tidak menyebar hoax karena dapat menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat dan jelas dilarang dalam Islam", katanya.

Yenny Wahid mengatakan bahwa peran Ibu-ibu Muslimat tidak boleh diremehkan karena memiliki peranan membangun dan mendidik bangsa. Karena itu, ia meminta agar para ibu yang ada di Muslimat NU turut menentukan sikap politik.

"Ibu-ibu memiliki peranan luar biasa dalam mendidik anak bangsa, mengatur dan memastikan semua urusan di rumah tangganya berjalan dengan baik. Meskipun NU dan Muslimat NU harus netral, namun kita sebagai jamaahnya wajib berpolitik. Karena jamaah ini, akan menentukan nasib bangsa dan negara serta eksistensi NU dimasa mendatang," tegas Yenny Putri Alm. KH. Abdurahman Wahid.

Acara tersebut diakhiri dengan Istighostah Qubro yang dipimpin langsung oleh KH.Mukhlis Mukhlisin Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Bangkalan Madura.

Rika Artika
Rokib