Satukan Kaum Perempuan, SPR Kalbar Gelar Seminar Gender
Cari Berita

Advertisement

Satukan Kaum Perempuan, SPR Kalbar Gelar Seminar Gender

Kamis, 21 Maret 2019

SPR Kalbar Gelar Seminar  Gender

KALBAR, (Ruangaspirasi.net) Bertema "Peran Perempuan Dalam Perspektif Gender dan Keterlibatan Dalam Perpolitikan Indonesia" Serikat Perempuan Rakyat (SPR) Kalimantan Barat Kalbar menggelar seminar gender di aula asrama kemahasiswaan mempawah jalan. sepakat 1 A. Yani Pontianak. Sabtu, (16/03/2019)

Dr.Syf. Ema Rahmaniah Al Mutahar menyampaikan, dewasas ini fenomena yang sering terjadi adalah ketimpangan antara wanita dan pria. Sehingga membuat kaum wanita termarginalkan dan kurang diperhatikan.

"Banyak kasus-kasus yang ditemukan oleh para peneliti bahwa banyak sekali dari kau perempuan yang menjadi korban dari sebuah permasalahan," ungkap Ema

Ia juga menjelaskan, ketimpangan tidak hanya terjadi dikalangan kaum gender, akan tetapi juga terjadi diberbagai elemen masyarakat, seperti para pekerja swasta yang sudah bekerja puluhan tahun yang seharusnya mendapatkan dana pensiunan.

"Ketimpangan tak hanya itu saja, akan tetapi ketimpangan para pekerja di swasta yg seharusnya mendapatkan dana pensiunan," jelasnya.

Maka dari itu, Dr.Ema menyampaikan, berdirinya SPR ini sejak 28 September 2016 di sekretariat jl.Tanjung Raya 2. Komplek Mutiaara Saigon No 25 memiliko sebagai berikut:

Pertama, mempersatukan kaum perempuan dari kias buruh, kaum tani, nelayan, masyarakat adat dan golongan profesi lainnya. Dalam perjuangan pembahasan (emansipasi) sejati kaum perempuan di segala bidang kehidupan, baik ekonomi, politik maupun kebudayaan dari seluruh bentuk ketidak-adilan oleh berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan negara yang diskriminatif, penindasan dan penghisapan klas serta penindasan sistem patriarchi-feodal.

Kedua, bersatu dengan kaum tani, kias buruh, nelayan, masyarakat adat dan rakyat secara umum dalam perjuangan industri nasional serta mempromosikan kebudayaan rakyat sebagai alternatif atas kebudayaan kapitalis dan sistem feodal yang dekaden dan memerosotkan moral rakyat serta generasi penerus bangsa terutama generasi muda dan anak-anak.

Dari itu, Ema berharap dengan hadirnya SPR ini kesetaraan dan keadilan bisa terpelihara dengan baik, bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesetaraan dan keadilan tidak dapat dipisahlan karena keduanya mempunyai makna yang berbeda, setara belum tentu adil sedangkan adil akan bisa menyetarakan seluruhnya.

"Setara adalah melibatkan semuanya. Setara belum tentu adil, sedangkan adil dipastikan dengan kesetaraan. Kesetaraan dan keadilan tidak dipisahkan, keduanya saling berhubungan dalam mempersatukan. Harapan saya dengan hadirnya SPR ini bisa menegakkan kesetaraan dan keadilan bagi kaum gender dan bagi seluruh rakyat Indonesia," harapnya.

Ema juga menambahkan dengan hadirnya SPR ini, semoga bisa menimbulkan strategi baru untuk menjadi penengah.

"SPR ini juga bertujuan agar timbul strategi baru untuk menjadi penengah dan penenang. Karena yang sering dan suka kelahi di lapanagan adalah lelaki sedangkan perempuan hanya kebanyakan kelahi lisan," tambahnya.

Kegiatan seminar tersebut berjalan dengan lancar,  dihadiri oleh puluhan mahasiswa maupun mahasiswi Pontianak. Saat ini juga dibuka pendaftaran bagi yang ingin bergabung dengan SPR.

Penulis : Rokib