Optimalisasi Pengembangan Desa Wisata, Kemendes PDTT Sosialisasikan Modul Pelatihan Pembangunan Desa Wisata
Cari Berita

Advertisement

Optimalisasi Pengembangan Desa Wisata, Kemendes PDTT Sosialisasikan Modul Pelatihan Pembangunan Desa Wisata

Jumat, 09 Agustus 2019

Optimalisasi Pengembangan Desa Wisata, Kemendes PDTT Sosialisasikan Modul Pelatihan Pembangunan Desa Wisata
Suasana sosialisasi Modul Pelatihan Pembangunan Desa Wisata oleh Puslatmas Kemendes PDTT RI di Bogor. (Foto: Istimewa) 

BOGOR (Ruangaspirasi.netKementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI melalui  Puslatmas melaksanakan Sosialisasi Modul Pelatihan Pembangunan Desa Wisata kepada Penggerak Sosial Masyarakat (PSM) selama dua hari di Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu-Sabtu, (07-10/08/2019)

Hadir sebagai narasumber yakni, DR. Wisnu Bawa Tarumajaya, Kementerian Pariwisata RI dan Sekolah Tinggi Parawisata (STP) Bandung Wisnu Rahtomo bersama tim.

Eko Sri Haryanto Kepala Balilatfo KPDTT memaparkan, sosialisasi tersebut sebagai wujud kepedulian dan komitmen pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat di bidang keparawisataan.

"Pengembangan desa wisata dibutuhkan banyak ide dan gegasan karena banyak desa di Indonesia yang kaya dan potensial untuk dikembangkan dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan berkelanjutan," terang Eko.

"Pemasaran desa wisata dapat ditingkatkan dengan menggandeng startup agar dapat dikenal di macanegara dan mengkolaborasikan dengan BUMdesa," harapnya.

Kemendes PDTT

Sementara itu, DR. Wisnu Bawa Tarumajaya sebagai narasumber menjelaskan, Negara-negara dibelahan dunia sudah mengembangan sektor keparawisataan sampai ke pedesaan. Tujuannya, untuk memajukan potensi-potensi lokal.

"Selain yang diharapkan adalah peningkatan pendapatan, optimalisasi pengembangan parawisata juga dapat menyerap tenaga lokal, baik secara langsung maupun tidak langsung," pungkas Asdep SDM Parawisata dan Hubungan Antar Lembaga Kemempar RI

Disisi lain, Wisnu Rahtomo menyatakan, guna mewujudkan desa yang berkembang, maju dan mandiri di sektor kepariwisataan, diperlukan partisipasi dari komunitas lokal, serta masyarakat secara bersama-sama menggali dan mengelola potensi desa.

"Perkembangan sektor kepariwisataan yang cukup pesat hari ini, telah membawa kepada sebuah pergeseran. Semula mass tourism menjadi special interest tourism. Wisatawan merasa jenuh dengan wisata konvensional yang selama ini ditawarkan, sehingga banyak yang beralih ke wisata minat khusus dalam hal ini desa wisata," singkatnya.

Video Populer: Melukis Menggunakan Ampas Kopi


"Oleh karenanya, saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini untuk menguatkan kapasitas SDM masyarakat desa. Sehingga, outputnya dapat meningkatkan pengembangan desa wisata," pungkas Wisnu Rahtomo

(M.A.R)