Kampus UNUJA Probolinggo Terapkan KKN Tematik COVID-19
Cari Berita

Advertisement

Kampus UNUJA Probolinggo Terapkan KKN Tematik COVID-19

Senin, 04 Mei 2020

Kampus UNUJA Probolinggo Terapkan KKN Tematik COVID-19
Universitas Nurul Jadid Paiton-Probolinggo. (Gambar Istimewa)

PROBOLINGGO (Ruangaspirasi.net) Di tengah pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang menjadi bencana Nasional bahkan Internasional, Univerisitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton-Probolinggo berusaha menunjukkan perhatiannya dengan menerapkan fungsi pengabdian yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik COVID-19.

Dipaparkan oleh Rektor UNUJA, perubahan tema KKN UNUJA tahun 2020 didasarkan pada situasi dan kondisi darurat. Penerapannya pun berbeda, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNUJA, KKN tematik COVID-19 dilaksanakan secara mandiri atau individu masing-masing mahasiswa.

"Bentuk kegiatannya cukup beragam, seperti menjadi relawan cek poin, penyuluhan yang berisi pencegahan penyebaran COVID-19, penggalangan donasi bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 secara ekonomi serta kegiatan sosial lainnya," tutur KH. Abdul Hamid Wahid saat memimpin rapat tentang KKN UNUJA tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ruangaspirasi.net, keputusan pengabdian KKN tematik COVID-19 ditetapkan dalam rapat pimpinan UNUJA tanggal 18 April 2020 yang jadwal pelaksanaannya pada bulan Mei sampai bulan Juni.

"Jadi, KKN mahasiswa UNUJA tahun 2020 tidak hanya merubah jadwal pelaksanaan kalender akademik, melainkan konsep, format dan temanya. Jika pada tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN diintegrasikan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen. Namun, tahun ini terjadi perubahan konsep, yakni KKN tematik COVID-19," ujar Achmad Fawaid Kepala LP3M UNUJA. Sabtu, (02/04/2020)

KKN UNUJA 2020
Pembekalan peserta KKN tematik COVID-19 mahasiswa UNUJA tahun 2020. (Gambar Istimewa)

Lanjut menurut Fawaid, LP3M memberikan kelonggaran kapada mahasiswa peserta KKN untuk melaksanakan kegiatan di luar tema COVID-19. Demikian, agar mahasiswa yang terdiri dari berbagai Prodi tersebut bisa mengamalkan keilmuannya.

“Jadi KKN tematik COVID-19 ini sifatnya insidentil dengan durasi waktu 1 bulan. Namun kami memberikan kelonggaran, mahasiswa peserta KKN UNUJA dapat melaksanakan kegiatan diluar tema tersebut," imbuhnya.


"Sementara untuk menjaga mutu pelaksanaan KKN tematik COVID-19, setiap peserta KKN tetap wajib membuat proposal dan laporan akhir dengan melibatkan reviewer,” jelas Fawaid.

Kepala LP3M UNUJA juga menerangkan perbedaan lain dalam format KKN tematik COVID-19, yakni tidak melibatkan Dosen sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagaimana pelaksanaan KKN pada umumnya. Sebagian dosen hanya dilibatkan menjadi reviewer proposal dan laporan akhir peserta KKN.

"Pengangkatan reviewer ini didasarkan pada konsep dan teknis KKN tahun 2020. Dimana, mahasiswa melaksanakan KKN secara individu di rumahnya masing-masing. Sehingga tidak memungkinkan Dosen ditugaskan untuk turun ke lapangan meski harus dengan protokol tertentu, karena jarak setiap mahasiswa yang variatif dan sangat berjauhan," pungkas Fawaid.

VIDEO: Ruang Aspirasi Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1441 H




Disamping itu, Penanggung Jawab Teknis Pelaksanaan KKN tematik COVID-19 mengungkapkan, kebijakan KKN tematik COVID-19 mahasiswa UNUJA yang akan segera dilaksanakan mendapat sambutan baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang sudah melakukan login secara online untuk menjadi peserta KKN.

"Jumlah ini melibatkan semua Fakultas mulai Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, Fakultas Kesahatan dan Fakultas Soshum," terang Zubaidi.

Zubaidi menambahkan, guna memudahkan komunikasi dengan peserta KKN yang  tersebar di berbagai wilayah di Indonesia tersebut, pihak kampus UNUJA telah menyediakan subsidi pulsa untuk pembelian paket data selama masa KKN tematik 2019 berlangsung, yaitu 100.000 permahasiswa.

"Subsidi ini dianggap cukup digunakan oleh peserta KKN selama 1 bulan dengan harapan dapat memudahkan kelancaran koordinasi," harapnya

Ed/Ar Rozy