Demi meningkatkan kualitas santri, pengurus PPNH Al-banat Rela Terlelah Letihkan
Cari Berita

Ruang Aspirasi Kreatif Membangun negeri

Advertisement

Demi meningkatkan kualitas santri, pengurus PPNH Al-banat Rela Terlelah Letihkan

Rabu, 25 April 2018


SITUBONDO, (Ruangaspirasi.me) Pondok Pesantren Nurul Huda al-Banat Peleyan Kapongan Situbondo. Dalam rangka menciptakan kader santri yang berintelektual, cakap, berkharisma, berda'iyah serta penuh percaya diri, pengurus kepesantrenan terutama dalam bidang Pendidikan membuat program mingguan yang hal ini disebut dengan Khitobah. Senin, (23/04/2018)

Kegiatan ini menjadi rutinitas santri di setiap minggunya. Dalam hal ini, setiap santri diharapkan mampu untuk tampil di depan umum. Kegiatan ini melatih para santri untuk bisa menjadi Master of Ceremony (MC) dalam tiga bahasa "Madura, English and Arabic", qori' disertai sari tilawah, pembacaan sholawat Nabawiy, Pidato tiga bahasa (Arab, inggris dan madura), serta bagaimana berdo'a dalam suatu acara tertentu, dan yang terakhir penampilan Fragmen atau drama dengan alur cerita disesuaikan dengan Tema. Misal, Tema Maulid Nabi, Kemerdekaan, dsb.

"Saya kira sudah ada peningkatan kualitas dari kemarin-kemarinnya, meskipun penampilan kali ini yang bertugas masih dari siswi kelas VII Madrasah Tsanawiyah, walaupun masih ada pronounsation yang kurang tepat. Tapi tidak apalah, saya beri nilai A untuk penampilan kali ini" Ujar Zulaikha, S.Sos selaku komentator dalam acara ini.

Setiap minggu seluruh pengurus yang berkecimpung di dalamnya, baik itu sebagai pembimbing atau komentator itu dengan semangat dan penuh ikhlas meski terkadang lelah menjalaninya.

"Ini semua demi kemajuan pondok tercinta dan kesuksesan bersama" ungkap Saidatul Jannah, salah satu pengurus Pondok Pesantren.
"Ntar kan enak kalau sudah ada lomba jadi gak gugup lagi" kata Septi Nur Aisiyah santri kelas VII.

Begitulah, beberapa upaya yang secara singkron dilakukan oleh pengurus dan santri pondok pesantren nurul huda. Dalam rangka meningkatkan kualitas santri masa kini.


Penulis Siti Nur Fadilah mahasiswi STAINH