Malam Puncak Kreatifitas Sanggar Omah Aksoro PMII Rayon FISIP UNTAN
Cari Berita

Advertisement

Malam Puncak Kreatifitas Sanggar Omah Aksoro PMII Rayon FISIP UNTAN

Senin, 26 November 2018

Malam Puncak Kreatifitas Sanggar Omah Aksoro
Penampilan seni tari di Malam Puncak Kreatifitas Sanggar Omah Aksoro.

PONTIANAK (Ruangaspirasi.net) Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat (Kalbar) memeriahkan festival 'Pagelaran Malam Puncak Kreatifitas Sanggar Omah Aksoro' Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon KH. Abdurrahman FISIP UNTAN. Sabtu malam (24/11/2018)

Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Kalbar ini, juga dihadiri Kader PMII Kalbar mulai dari Rayon sampai pengurus Cabang, serta salah satu Dosen Antropologi FISIP UNTAN Agus Yuliono.

Ketua Omah Aksoro Desi Lestari menyampaikan, 'Malam Puncak Kreatifitas Seni Omah Aksoro' merupakan suatu wujud apresiasi terhadap anggota pengembangan seni yang ada di Sanggar Omah Aksoro.

"Sebagaimana telah kita saksikan bersama tadi penampilan berbagai macam seni-budaya. Mulai dari tari nusantara, tari cidayu juga tari antar budaya, beatbox, musikalisasi puisi, seni bela diri, biola, akustik, teater dll," ungkapnya

Lanjut Desi Lestari menerangkan, 'Malam Puncak Kreatifitas Seni Omah Aksoro' adalah acara yang telah dipersiapkan secara matang melalui latihan panjang, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

"Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh panitia, suluruh donatur, PMII Rayon Fisip UNTAN, khususnya PMII dan seluruh anggota Omah Aksoro yang ikut serta dalam menyukseskan acara ini," pungkasnya

Selain itu, Agus Yuliono mengapresiasi adanya pagelaran seni yang diselenggarakan Omah Aksoro. Demikian, kata Agus Yuliono seirama dengan sebuah adagium yang mengatakan "Hidup itu pendek, seni itu panjang".

"Semua yang hadir malam ini bebas menikmati dan merenungkan apa yang ditangkap indera. Akan tetapi, semua yang datang harus membawa keluasan hati, senyuman, tepuk tangan, saling bertukar sapa dan salam, tertawa. Termasuk, naik turunnya melodi itu bisa jadi bukti, kalau kita semua patut untuk mengisi kehidupan ini," tuturnya

Tidak hanya itu, Ia menjelaskan jika seni bisa menembus berbagai sekat dan perbedaan untuk saling merangkul bersama. Maka dari itu, Agus Yuliono berharap agar Omah Aksoro terus berkreasi dalam seni, karena seni itu panjang.

"Jadi, Memang sudah seharusnya, Omah Aksoro menjadi salah satu alternatif ruang belajar berbudaya. Sebab, laku hidup sehari-hari adalah seni. Tanpa seni, hidup ini akan kaku, beku dan penuh seteru," harapnya

Rokib