Rehabilitasi Sumber Toggung; Hasil Sumbangan Masyarakat Tanpa Campur Tangan Pemerintah
Cari Berita

Advertisement

Rehabilitasi Sumber Toggung; Hasil Sumbangan Masyarakat Tanpa Campur Tangan Pemerintah

Jumat, 16 November 2018

Rehabilitasi Sumber Toggung; Hasil Sumbangan Masyarakat Tanpa Campur Tangan Pemerintah
Aktifitas warga saat melakukan gotong royong rehabilitasi Sumber Toggung. Jum'at, (16/11/2018)

SUMENEP (Ruangaspirasi.net) Sumber Toggung merupakan salah satu pengairan terbesar yang berada di Pulau Sapudi, tepatnya di Dusun Toggung, Desa Pancor, Kecamatan Gayam. Sejatinya sumber tersebut telah dibangun kurang lebih sejak 65 tahun yang lalu atas dasar bantuan dari pemerintah kabupaten Sumenep. Kurun waktu yang cukup lama membuat Sumber Tonggung mengalami kerusakan yang lumayan parah.

Pada tahun 2008, Sumber Toggung mulai direhabilitasi untuk memenuhi kebutuhan tempat mandi dan mencuci khusus kaum perempuan. Rehabilitasi tersebut dilakukan atas dasar kegelihasan masyarakat kaum perempuan yang pada saat itu tempat mandinya sangat terbuka (umum).

Tepat pada tanggal 16 Nopember 2018, Sumber Toggung kembali diperbaiki karena melihat kebutuhan tempat cuci yang kurang memadai serta  tempat mandi yang kurang strategis  pada saat banyak pengunjung.

Bapak Sumalwan selaku Koordinator Pengelola Bidang Pembangunan menyampaikan  bahwa rehabilitasi Sumber Toggung pada tahun 2008 dan 2018 tidak lain merupakan hasil dari Swadaya (Sumbangan) masyarakat Sapudi, khususnya Desa Pancor, Kecamatan Gayam.

“Perbaikan ini murni hasil dari sumbangan masyarakat, bukan hasil dari alokasi dana pemerintah baik itu Pemerintahan Desa, Kecamatan maupun pemerintah Kabupaten,” tegasnya.

Selanjutnya, Ia juga menyampaikan bahwa selain sumber dana yang didapat dari sumbangan masyarakat, ada juga kas pemasukan dari hasil penjualan air jernih setiap harinya.

“Kas pemasukan itu biasanya didapat jika ada jasa penjualan air yang dilakukan oleh masyarakat dan air tersebut mengambil di Sumber Toggung, jadi sistemnya adalah provite sharing dengan pengelola Yaitu Yayasan Nurul Aula,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Hasan Al Hakiki salah satu pemuda yang ikut membantu dalam rehabilitasi Sumber Toggung tersebut menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Toggung tanpa harus dibayar, tujuannya tidak lain hanya untuk memenuhi kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung ke Sumber Toggung.

“Setidaknya masyarakat toggung masih memiliki kesadaran dan memiliki komitmen yang besar dalam menjaga kelestarian sumber daya alam (Sumber Toggung)  walau harus tanpa  ada campur tangan pemerintah setempat (Desa),” katanya.

Pria yang baru Sarjana tersebut juga menambahkan, setidaknya pemerintah desa melihat bagaimana sumber daya alam yang  ada di Dusun Toggung, sebagai upaya untuk peningkatan potensi Desa.

"Barang kali dengan adanya inovasi baru bisa menjadikan Sumber Toggung menjadi destinasi wisata atau menjadikan air minum dalam kemasan ciri khas Pulau Sapudi,” paparnya.

Sejak tahun 2018 Sumber Toggung sudah dikelola oleh Yayasan Nurul Aula, regulasi mengenai keberlangsungan atau pengelolaan sumber tersbut sudah menjadi tanggung jawab dari Yayasan.

Sebagaimana hasil wawancara dengan Bapak Mahlawan, selaku Ketua Yayasan Nurul Aula, beliau menyampaikan terimakasih terhadap masyarakat Toggung karena telah sudi mengadakan gotong royong serta kepada seluruh donatur yang telah rela menyumbangkan tenaga, materi, dan lain sebagainya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Semoga sumber toggung ini tetap terjaga kebersihannya dan memberikan manfaat untuk orang banyak hususnya di Pulau Sapudi, Jazakumullahu Khoiron Katsira,” pungkasnya.

Penulis: Hasan