Etnopedagogi, Suatu Perspektif Baru Pendidikan Mitigasi Bencana
Cari Berita

Advertisement

Etnopedagogi, Suatu Perspektif Baru Pendidikan Mitigasi Bencana

Sabtu, 29 Desember 2018


Pendidikan mitigasi bencana
Model pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. 

ARTIKEL (Ruangaspirasi.net) Pada tahun 2018 ini berbagai bencana di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Layaknya sebuah pertandingan kickboxing, di seluruh rondenya bumi pertiwi seperti menerima pukulan beruntun. Terakhir, pada tanggal 22 Desember 2018 Tsunami Banten kembali memberikan pukulan yang berat bagi Bangsa ini.

Mengutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam acara Power Strategic Indonesia Dialog memaparkan bahwa yang dibutuhkan masyarakat kali ini adalah sebuah mitigasi bencana. Karena disadari atau tidak, masyarakat menjadi objek utama dampak terjadinya bencana. Disisi lain, masyarakat juga menjadi subjek ketika akan terjadinya sebuah bencana. Oleh sebab itu, ketika membicarakan masyarakat sebagai subjek sebuah bencana, maka penulis menilai sangat urgen sebuah edukasi sejak dini tentang pendidikan mitigasi bencana.

Suarmika (2017) dalam penelitiaannya mengkaji tentang bagaimana suatu kearifan lokal (local wisdom) diintegrasikan ke dalam pendidikan bencana, yang disebut etnopedagogi (Suratno, 2010). Secara etimologi, etnopedagogi bersal dari budaya (etno), dan pendidikan keguruan (pedagogi). Dari dasar arti tersebut menjelaskan bahwa haruslah adanya suatu integrasi antara pendidikan, budaya, dan mitigasi bencana. Pengintegrasian tersebut haruslah melewati berbagai prosedur seperti gambar diatas.

Secara garis besar, gambar tersebut menjelaskan bahwa ketika guru ingin mengintegrasikan model pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal, maka pertama kali yang harus diperhatikan menganalisis kompetensi inti dan pemetaan kompetensi dasar pada masing-masing tema yang berkorelasi dengan mitigasi bencana.

Tahap selanjutnya menurunkannya pada indikator dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran tersebut. Ketika konsep ini dapat diolah menjadi satu, maka diharapkan dapat menjadi suatu model awal pendidikan bencana yang berbasis kebudayaan lokal di setiap daerah.


PENULIS
Nama: Faisal Faliyandra, M.Pd
Profesi: Dosen STAI Nurul Huda sekaligus Pengamat Pendidikan

Referensi
  • Suarmika, Putu Eka. 2017. Pendidikan Mitigasi Bencana Di Sekolah Dasar (Sebuah Kajian Analisis Etnopedagogi). Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, Vol 2 No 2, 18-24.
  • Suratno, T. 2010. Memaknai Etnopedagogi Sebagai Landasan Pendidikan Guru Di Universitas Pendidikan Indoneisa.
  • Dewi, Murni Kemala. 2018. Pentingnya Mitigasi dan Edukasi Bencana.