KOMUNIKASI BUKAN SEKEDAR ILMU PENGETAHUAN, "Rekonstruksi Kesadaran akan Kebutuhan"
Cari Berita

Advertisement

KOMUNIKASI BUKAN SEKEDAR ILMU PENGETAHUAN, "Rekonstruksi Kesadaran akan Kebutuhan"

Minggu, 06 Januari 2019

KOMUNIKASI BUKAN SEKEDAR ILMU PENGETAHUAN, 'Rekonstruksi Kesadaran akan Kebutuhan"
Gambar Ilustrasi: Komunikasi Bukan Sekedar Pengetahuan. 

Penulis: Fathor Rozi (Aktifis Pegiat Sosial Situbondo)

"Banyak orang berbicara tentang komunikasi dan seringkali pula mengaitkan kejadian baik dan buruk dalam kehidupannya dengan komunikasi, bahkan jika kita bertanya kepada seseorang tentang melejitnya karir, kiprah maupun pengaruh seseorang, hampir dapat dipastikan bahwa jawabannya adalah karena orang tersebut memiliki perencanaan serta kecakapan dalam berkomunikasi,"

Statement diatas mengisyaratkan bahwa kehidupan manusia tidak bisa meninggalkan Komunikasi sebab Setiap hari dan setiap waktu tak bisa dilepaskan dari aktivitas Komunikasi, sebuah analogi sederhana sebuah masalah hubungan persaudaraan maupun kekeluargaan yang telah lama tidak bertegur sapa yang mengakibatkan hilangnya persaudaraan adalah akibat dari problem komunikasi, begitu juga dengan hubungan suami istri yang dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang selama bertahun-tahun namun karena suami berani meminta izin berpoligami kepada sang istri maka bisa jadi akan hancur keharmonisan rumah tangganya disebabkan suami keliru dalam berkomunikasi maupun tidak mampu memainkan peran komunikasi yang efektif.

Menyadari bahwa Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia, dalam struktur sosial kehidupan manusia baik aspek ekonomi, lingkungan keluarga, agama, budaya dan politik ternyata aktivitas komunikasi dapat terlihat pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari manusia, baik komunikasi terhadap sesama manusia, terhadap alam maupun lingkungan bahkan terhadap tuhannya, tentu segala kebutuhan hidup manusia hanya akan dapat terpenuhi apabila mereka mau berkomunikasi dengan yang lainnya.

Sedangkan membahas kehidupan manusia pada umumnya agar dapat memenuhi segala kebutuhan dalam kesehariannya salahsatunya adalah sejauhmana mereka dapat berkomunikasi, sebagaimana menurut Abraham Maslow menyebutkan ada 5 teori hirarki kebutuhan manusia yang berjenjang yaitu pertama kebutuhan mempertahankan hidup (Psikologycal Needs) seperti kebutuhan sandang pangan dan papan, Kedua Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs), Ketiga Kebutuhan Sosial (Social Needs), Keempat Kebutuhan akan penghargaan (Esteem Needs) dan terakhir Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja (Self Actualization), Sedangkan menurut filsuf muslim Ibnu khaldun membagi kebutuhan manusia hanya pada 2 (dua ) kategori besar, yaitu Maasyan dan Riyaasyan (Kebutuhan pokok dan kebutuhan pelengkap), semua kebutuhan diatas dapat diwujudkan apabila manusia mau melakukan komunikasi dengan baik dan tepat.

Pertanyaan besar dan mendasar adalah mengapa kita berkomunikasi? Atau secara spesifik agar mudah kita jawab “Apa yang dimaksud dengan komunikasi? apa yang mendorong kita untuk berkomunikasi? Bagaimana manfaat dan tujuannya, dan sejauhmana komunikasi memberikan andil kepada kehidupan dan kepuasan kita?, berdasarkan pengamatan para pakar komunikasi bahwa kita berkomunikasi untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan lingkungan, untuk mempengaruhi orang lain agar merasa, berpikir, atau berprilaku sebagaimana yang kita inginkan.

Awalnya istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris Communication, Comunicatio dan Communis (Latin) yang berarti Sama atau sama makna tentang suatu hal, menurut Awadh Alqarni dalam buku “Supaya anda tidak menjadi beban bagi orang lain” komunikasi adalah awashul dan Ittishal (Arab) suatu sarana terbaik untuk memindahkan informasi, makna, rasa dan pendapat kepada pihak lain lalu secara terminologi dari sekian banyak pakar komunikasi memberikan definisi bahwa suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sisitem lambang, tanda (bahasa) maupun tingkah laku tehadap orang lain, Sederhananya sebagaimana didefinisikan oleh harold laswell komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan terhadap orang lain melalui perantara tertentu yang menimbulkan pengaruh maupun efek.

Meskipun kita selalu berkomunikasi bisa jadi tidak begitu memahami tentang komunikasi yang dilakukan, apakah sudah baik dan benar atau tepat dan relevan sebab dalam proses komunikasi setidaknya ada 5 komponen yang mesti dipahami antara lain Komunikator (Sebagai orang yang berbicara/ penyampai pesan), Komunikan (Orang yang mendengarkan/ Penerima Informasi) Bagaimana seharusnya menjadi komunikator dan Komunikan yang benar misalnya aspek performance, retorika,  body language (bahasa tubuh), intonasi, ekspresi wajah, karakteristik antara komunikator dan komunikan dan strateginya, selanjutnya Pesan ( Informasi yang disampaikan) bagaimana seharusnya materi pesan yang layak disampaikan, Media ( sebagai Wasilah atau perantara komunikasi terlaksana) bagaimana sarana/ media yang baik dalam komunikasi, dan terakhir Efek/Respon (Umpan balik dari proses komunikasi yang dilakukan dan untuk membentuk perubahan sikap).

Kemudian terkait tujuan komunikasi sedikitnya terbagi menjadi dua kategori besar, Pertama: Kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita seperti makan, minum, berpakaian dan semacamnya. Kedua:  kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. Sementara apabila dilihat dari fungsi komunikasi dibagi menjadi empat hal yaitu Fungsi komunikasi Sosial sebagai pembentukan konsep diri, Ekspresif menyampaikan suasana perasaan (emosi), Ritual sebagai tradisi yang melekat dalam sebuah masyarakat dan fungsi Instrumental sebagai perencanaan atau pemberitahuan.

Oleh karena itu manusia perspektif ilmu komunikasi sedikitnya akam melakukan lima tindakan: merencanakan, membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Lima hal tersebut seringkali terjadi secara berurutan dalam aktifitas komunikasi, kelima tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang dalam menjalankan aktifitas keseharian.

Disamping itu Seiring dengan perkembangan tekhnologi dan tuntutan zaman bahwa aktivitas komunikasi manusia juga dilakukan melalui media massa baik melalui media cetak  seperti majalah, koran, surat kabar, media elektronik: radio, melihat televisi, dan Media online seperti melalui Whatshap, BBM, facebook, Line, Imo, tiktok, dan sejenisnya, sehingga tidak bisa dipungkiri melepaskan diri dari komunikasi, artinya tiada hari tanpa komunikasi, disadari atau tidak komunikasi sudah ada sejak manusia ada dan akan selalu ada sepanjang hidup manusia.

Sedangkan problem komunikasi biasanya merupakan suatu gejala bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Problem komunikasi menunjukkan adanya masalah yang lebih dalam. Hambatan komunikasi ada yang berasal dari pengirim (komunikator), transmisi, dan penerima pesan (komunikan). Disisi lain faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada umumnya yakni “kemungkinan berbagai hambatan yang akan timbul misalnya kurangnya perencanaan dalam komunikasi (tidak dipersiapkan terlebih dahulu), perbedaan persepsi, perbedaan harapan, kondisi fisik atau mental yang kurang baik, pesan yang tidak jelas, prasangka yang buruk, transmisi yang kurang baik, penilaian/evaluasi yang prematur, tidak ada kepercayaan, ada ancaman, perbedaan status, pengetahuan, bahasa, dan distorsi (kesalahan informasi) dan lain-lain.

Pandangan subyektif dari penulis bahwa jika ada dua manusia laki-laki dan perempuan menjalin hubungan yang berawal dari rasa kasih sayang melalui ikatan pertunangan kemudian ditengah perjalanan hubungannya menerima kegagalan atau putus tidak sampai kepelaminan berarti juga ada ketidakseimbangan komunikasi bahkan ironisnya kasus yang seringkali viral menyebar dikalangan masyarakat banyak yang dilatarbelakangi karena kesalahan komunikasi dan terlalu mudah membenarkan informasi misalnya isu politik, kebangsaan maupun kemanusian yang terjadi dinegeri ini tentang problematika informasi yang beredar di media sosial (HOAX), dan ujaran kebencian, semua itu berawal dari komunikan terkadang kurang bijaksana mengkonsumsi informasi maupun memainkan peran komunikasi yang baik dan benar.

Mengingat realitas pembahasan tersebut bahwa betapa pentingnya kita sebagai manusia yang beperdidikan memahami Komunikasi, mulai dari aspek historis, definitif, unsur-unsur, proses, bentuk/ jenisnya, dan strateginya sebab komunikasi bukan hanya merupakan Disiplin Ilmu Pengetahuan namun melainkan juga sebuah Aktivitas Kebutuhan Atau Menjadi Perilaku Kemanusian Dalam Hidup Keseharian, sebab melalui komunikasi kita akan membentuk persepsi dan saling pengertian, menumbuhkan persaudaraan, memelihara cinta dan kasih sayang, menyebarkan informasi kebaikan dan ilmu pengetahuan dan melestarikan peradaban namun disisi lain jika tidak mampu berkomunikasi dengan baik maka juga dapat menyuburkan perpecahan, menanam perselisihan, menghidupkan kebencian dan menghambat terhadap kemajuan, karenanya begitu penting, begitu akrab dan begitu meluasnya aktifitas komunikasi dalam keseharian manusia sehingga seolah-olah kita terkadang menganggap remeh dan merasa tidak perlu lagi mempelajari komunikasi.

Sebagai pentup dari tulisan ini sebagaimana yang diceritakan oleh Jalaluddin Rakhmat sebagai pakar komunikasi menjelaskan bahwa Komunikasi ada dimana-mana, dirumah, ketika anggota keluarga berbincang di dalam rumah; di kantor, ketika para pegawai maupun karyawan menggelar rapat; di masjid ketika khatib membaca khutbah; di gedung DPR, ketika wakil rakyat memutuskan nasib rakyat dan bangsa; juga di taman-taman, tempat wisata, maupun tempat hiburan lainnya ketika seorang pecinta mengungkapkan rindu dendamnya. Selanjutnya kebenaran hanya dari Tuhan dan Kesalahan bersumber dari Syetan

Referensi:
  • Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar2008, Nuansa-nuansa Komunikasi Meneropong Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer,2010 , (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya).
  • Allo Liliweri, Memahami Peran Komunikasi Dalam Masyarakat.
  • Jalaluddin rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya).2012
  • Harjani Hefni, Komunikasi Islam (Prenada Media Group Rawa mangun Jakarta) 2015 dan Iswandi Syahputra Komunikasi Profetik “Konsep dan pendekatan” (Simbiosa Rekatama Media Bandung) 2007